Header Ads

Ad Home

Apakah Bayi Baru Lahir Boleh Konsumsi Madu, Inilah Jawabannya

Adalah suatu kebahagiaan jika pasangan yang menikah di anugrahi buah hati. Sebagai orangtua tentu kita semua menginginkan yang terbaik untuk buah hati kita. Mulai dari pemberian nutrisi saat ia dalam kandungan sampai bayi kita lahir, kita pasti berusaha memberikan asupan nutrisi yang terbaik untuknya. Salahsatu hal terbaik yang harus dilakukan para orangtua (ibu) yang memiliki Bayi usia 0-6 bulan adalah memberi ASI ekslusif pada bayinya. Namun, fenomena saat ini masih banyak para ibu yang belum menyadari betapa pentingnya pemberian ASI ekslusif ini. Banyak diantara mereka yang memberikan bayinya susu formula. Padahal ASI adalah sumber asupan paling baik untuk bayi.


Selain memberikan susu formula, ada juga yang memberi makan bayi dengan madu. Nah.. apakah madu itu boleh dikonsumsi oleh bayi baru lahir? Inilah jawabanya:

Apakah Bayi Baru Lahir Boleh Konsumsi Madu, Inilah Jawabannya
Sahabat.. Meski madu itu baik dan mengandung banyak manfaat, namun ternyata menurut sebuah penelitian bayi usia dibawah satu tahun sebaiknya jangan dulu diberikan madu apalagi dalam takaran banyak dan secara terus menerus, karena: Bayi belum memiliki pencernaan yang sempurna, enzim-eznim pencernaan yang mengolah makanan juga belum sempurna. Selain itu sistem kekebalan tubuh juga belum sempurna untuk melawan kuman yang masuk melalui makanan.Madu kemungkinan besar mengandung spora botulisme yang bisa menyebabkan keracunan pada bayi. Kontaminasi spora botulisme bisa terjadi terjadi ketika lebah melakukan tugasnya, menyebarkan putik sari ke tanah dan menghisap sari bunga.

dr. Raehanul Bahraen (Pengasuh kesehatan konsultasisyariah) menjelaskan Sebaiknya bayi hanya boleh diberikan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama. Adapun mengenai kurma, habbatus sauda dan air zam-zam maka perlu dilakukan peneltian lebih lanjut walaupun secara kandungan tidak berbahaya. Perlu penelitian, apakah jika diberikan sekali-kali atau terus-menerus berbahaya atau tidak. Perlu juga diteliti berapa dosis maksimalnya. Khusus habbatus sauda perlu ditekankan karena habbatus sauda mengandung bahan aktif seperti thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymohydroquimone (THQ) dan thymol (THY).

Secara umum pencernaan bayi sudah mulai sempurna pada umur 6 bulan (ada yang menyatakan 4 bulan) maka sudah boleh diberikan makanan selain ASI. Akan tetapi makanan tersebut juga harus dipilih-pilih yang sesuai dengan bayi.

Jadi anda (para ibu) harus tetap berhati-hati saat memberi asupan pada bayi. Jangan sampai anda melakukan kesalahan yang akan menjadi penyesalan di kemudian hari. Untuk para ibu mari berusaha memberi ASI ekslusif pada buah hati kita, mereka adalah aset berharga dan amanah dari sang pencipta. jaga kesehatan anda, jaga pola makan sejak awal kehamilan agar bisa memberikan ASI yang cukup untuk mereka. Semoga bermanfaat, silahkan di share..

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.