Header Ads

Ad Home

Benarkah Minum Es dan Makan Mentimun Itu Berbahaya Untuk Wanita Yang Sedang Mentruasi

Loading...

benarkah minum es dam makan mentimun itu berbahaya untuk wanita yang sedang mentruasi
RumahSalam - Haid atau menstruasi adalah siklus rutin bulanan yang dialami oleh setiap wanita yang sudah baligh. Menstruasi atau haid, merupakan proses peluruhan dinding Rahim. Ketika menstruasi memang ada beberapa hal yang harus di perhatikan oleh setiap wanita, mulai dari kebersihan dan segala tindakan yang bisa membahayakan. (baca: 5 hal berbahaya yang tidak boleh dilakukan saat wanita menstruasi). Namun, akhir-akhir ini banyak sekali informasi yang tidak bisa dipercaya begitu saja. Anda harus pintar mencerna setiap informasi tersebut, jangan sampai malah terkesan membodohi. Apakah anda pernah mendengar informasi bahwa minum es dan makan buah mentimun itu berbahaya ketika seorang wanita sedang mengalami menstruasi? Sebagian besar mungkin pernah mendengarnya. Penulis sendiri merasa ragu dan perlu mencari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan kebanarannya. Dari hasil pencarian, diperoleh jawaban atas pertanyaan tentang benarkah minum es dan makan mentimun itu berbahaya untuk wanita yang sedang menstruasi?

Sahabat, inilah jawabannya:

Pada dasarnya proses menstruasi itu terjadi di dalam sistem reproduksi, seperti ovarium, tuba valopi, dinding rahim, dll. Sedangkan, apapun yang kita makan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita, organ yang bekerja, dari mulut ampe anus, adalah bagian sistem pencernaan tubuh manusia. Jadi.. sebenarnya nggak ada hubungan antara air dingin/es yang diminum saat haid yang di mitoskan akan menyebabkan kanker rahim atau kista.
            
Katanya “ketika air dingin yang diminum sampai ke rongga perut, maka darah menstruasi akan membeku, sehingga sulit keluar dan mengendap. Dan katanya juga endapan inilah yang menyebabkan kanker rahim. Tentu saja penjelasan seperti ini salah. Ada hal yang perlu dicermati dari penjelasan di atas, yaitu bahwa MITOS tersebut menyatukan dua sistem tubuh yang berbeda. Sistem reproduksi yang berhubungan dengan menstruasi, dan sistem pencernaan yang berhubungan degan mekanisme proses penyerapan asupan untuk tubuh kita.

Kedua proses tersebut terpisah dan tidak saling memengaruhi secara langsung. Sedangkan setelah memasuki saluran pencernaan, paling awal adalah mulut, maka suhu asupan (baik makanan ataupun minuman) akan segera mengalami penyesuaian berdasarkan suhu tubuh. Jadi secara medis tidak benar bahwa proses pembekuan darah menstruasi dapat terjadi hanya karena suhu air dingin yang kita minum.

Selain itu banyak juga informasi yang beredar. Salah satunya informasi yang menyebutkan bahwa makan buah mentimun saat menstruasi itu juga berbahaya, karena bisa menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim dan memicu kanker ovarium. Benarkah demikian?

Menurut Dokter Sita Ayu Arumi, SpOG, spesialis kandungan dan kebidanan RSU Bunda Jakarta, kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (11/12/13). Darah haid itu tidak tersisa di dinding rahim, selesai menstruasi ya berarti darahnya memang sudah bersih.

Pakar kesehatan Dokter Irfan Mulyana Mustofa, SpOG, spesialis kandungan dan kebidanan RSUD Leuwiliang Bogor, juga menyebutkan bahwa sisa darah saat menstruasi tak selalu tersisa dan memicu kanker. "Proses menstruasi kan sudah dibuat sebuah skenario. Dari hari awal sampai maksimal tiga hari itu adalah proses utamanya, dinding rahim bagian dalam meluruh dan banyak jaringan endometrium yang luruh. Menurutnya, endometrium yang banyak memiliki jaringan darah ini menjadi penyebab mengapa tiga hari pertama menstruasi darah yang keluar menjadi kehitaman. "Tapi dinding rahim ini lama-lama bersih karena terjadi penutupan sampai hari ke tujuh, hanya tinggal flek saja sampai akhirnya bersih. Jadi, menurut dr Irfan wajar jika pada awal menstruasi darah yang keluar tidak berwarna merah. Yang perlu diingat adalah bahwa pada saat proses cleansing, wajar pula jika masih ada beberapa darah yang masih menetes berupa flek. Pada akhirnya beberapa hari kemudian saluran pembuluh darah akan menutup sempurna.

Nah sahabat.. sekarang sudah tahukan kebenarannya. Bahwa berita tentang bahaya minum es dan makan mentimun itu hanya mitos dan tidak bisa dibuktikan secara medis. Dua pendapat ahli diatas mungkin sudah bisa menjawab keraguan anda. Sekarang para wanita tak perlu hawatir lagi ya. Info ini penting, anda bisa share ke orang-orang terdekat anda.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.